Bensin

April 05, 2026 Posted by Chandra Nurohman No comments

Kalau ada efek perang yang sudah terasa di Belanda adalah naiknya harga bahan bakar minyak. Walaupun pemerintah memberikan subsidi BBM, tapi harga tidak dikunci sehingga kalau harga minyak dunia naik harga bensin di pom bensin juga langsung naik. Pada kondisi normal pun harga bisa berubah setiap harinya, sekarang dengan adanya eskalasi yang menyebabkan distribusi minyak dunia terhambat, harga bensin bukan lagi naik tapi ganti.

Belanda adalah salah satu negara dengan harga BBM paling tinggi di Eropa barat. Tahun lalu bensin Euro RON 95 (yang adalah varian paling basic) dijual di kisaran 1,8 sampai 1,95 euro per liter. Harga ini berterima di masyarakat karena relatif stabil sepanjang tahun dan diimbangi infrastruktur jalan yang baik. Sekitar pergantian tahun ke 2026 harga mulai naik menyentuh 2 euro. 

Tidak lama berselang US dan Israel bikin gaduh dan tiba-tiba harganya melonjak jadi 2,25-2,4 euro per liter. Kalau belinya di rest area tol bisa lebih dari 2,5 malah. Jadi harga bensin sekarang sekitar 20-25% lebih mahal dari 6 bulan yang lalu. Dampak lebih besar dirasakan pengguna diesel. Harga solar naiknya sampai 50% dari kisaran 1,6 ke 2,4-2,5. Solar yang tadinya lebih murah dari bensin kini berbalik jadi lebih mahal. Masyarakat umum juga merasakan harga-harga kebutuhan terkerek karena biaya distribusi dan logistik yang naik.

Kondisi ini bisa jadi belum yang puncak parahnya. Menurut JP Morgan, minyak yang sekarang kita pakai adalah kiriman dari sebelum eskalasi. Untuk diketahui bahwa kapal tanker yang berat itu hanya bisa jalan 10-15 knots alias sekitar 20 kilometer per jam, mirip-mirip dengan orang naik sepeda. Jadi stok sekarang adalah barang lama yang sudah lewat sebelum selat hormuz ditutup dan oil transport tercekik.


Masih menurut JP Morgan, eventually kiriman lama ini akan habis juga gelombangnya. Di US diperkirakan kiriman terakhir akan datang sekitar 15 April, Eropa 10 April, Australia 20 April, sementara Asia dan Afrika sudah lewat yaitu 1 April kemarin. Mungkin saja negara-negara punya channel lain atau cadangan minyak yang bisa dipakai, tapi hambatan distribusi ini pasti memunculkan shock wave. 

Menakjubkan kalau Indonesia benar-benar tidak menaikkan harga sampai krisis ini berakhir. Entah bagian mana lagi yang akan dipotong untuk nambal demi tidak melakukan kebijakan non-populis menaikkan harga pertalite. Statement yang sudah keluar adalah Pertamina yang akan membayar selisihnya. Tapi seberapa kuat BUMN menopang ini mengingat belum jelas kapan kondisi akan normal lagi.

Penyebab utama semua ini tentu Trump dan Netanyahu. Andaikata mereka diam-diam saja krisis ini tidak akan terjadi. Tapi nafsu Israel menjadi supernation dan mengungguli semua negara di Asia Barat memang biadab plus merugikan banyak pihak. The most hated country in the world and that's not even close.

Perang Amerika dan Iran ini asimetris, kalau gede-gedean badan jelas US menang, tapi Iran punya keuntungan strategis yaitu menguasai Selat Hormuz yang jadi jalur distribusi penting dunia. Ini ibaratnya David vs Goliath. America is a bully yang sekarang kelihatan mulai keringetan karena perang yang tadinya ditargetkan straight forward ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Popularitas Trump juga terus turun karena harga-harga naik, instabilitas, dan ketundukannya pada Israel. Bukan hal menguntungkan bagi dia dan partainya mengingat tahun ini akan ada pemilu sela.

Panjang kalau membicarakan politik perang ini, termasuk keikutsertaan Indonesia dalam BOP, piala dunia, dan lain sebagainya. Saya bukan ahli hubungan internasional jadi akan kembali ke harga bensin.


Di Belanda sendiri belum ada kebijakan khusus terkait energi misalnya peraturan WFA atau pemadaman bergilir. Kenaikan harga bensin dan bahan kebutuhan masih ditelan sebagai pengeluaran tambahan household. Pemerintah dan industri ada action sih in the background pasti, tapi di masyarakat masih terasa normal.

Prevalensi penggunaan energi terbarukan dan kendaraan listrik (termasuk angkutan barang dan orang) mungkin menjadi bantal yang melindungi dari krisis ini. Apalagi bulan-bulan ini ngunduri summer yang artinya hari sudah hangat jadi tidak perlu membakar energi untuk pemanas dan siang harinya makin panjang sehingga solar panel makin efektif. 

Saya bersepeda sore ini memotret beberapa pom bensin yang saya lewati. Semuanya menunjukkan harga Euro 95 di kisaran 2,3 euro-an.


Chandra

Peace, Love, and Gaul

March 29, 2026 Posted by Chandra Nurohman No comments

Salah satu 'buah' yang saya dapat dari Ramadhan kemarin adalah sebuah hadist yang disampakan Ustadz Deden di acara buka bersama Kajian Muslim Ede. Waktu itu beliau menjelaskan tentang pentingnya muamalah, hubungan baik antar sesama manusia. Salah satu yang disampaikan adalah beliau mengutip sebuah hadist yang buat saya hit close to home.

Rasulullah ï·º bersabda: “Jika seorang Muslim bergaul (dalam masyarakat) dengan orang lain dan bersabar atas gangguan mereka, adalah lebih baik daripada seorang Muslim yang tidak bergaul (dalam masyarakat) dengan orang lain dan tidak bersabar atas gangguan mereka.” [HR: At-Tirmidzi 2507. Dinilai Sahih oleh Al-Albani dalam Sahih At-Tirmidzi]

Seumur hidup saya belum pernah mendengar hadist ini padahal menurut saya ini sangat kontekstual. Adanya internet dan perangkat digital, while bisa mendekatkan yang jauh, tapi juga terbukti bisa menjauhkan yang dekat. Ini diperparah dengan gejala sosial yang saya lihat terutama di kalangan orang-orang muda di mana ada kecenderungan they don't want to bother each other karena takut salah satu menyakiti yang lain. Kecuali memang sudah sangat dekat dan tahu satu sama lain.

Kesadaran orang soal personal space dan barrier kini semakin tinggi. Saya yang mengidentifikasi diri sebagai peralihan antara gen milenial dan gen Z saja merasakan ini, asumsi saya gen Z murni dan yang lebih muda mengalami gejala ini secara lebih kentara (maafkan kalau asumsi saya salah). Saya mikir beberapa kali sebelum mengontak orang yang tidak terlalu dekat karena ada pertanyaan: berkenan nggak ya? masih nyambung nggak ya? lebih gede urgensinya atau resikonya ya?

Saya berpikir salah satu masalahnya adalah anak muda sekarang terbiasa mengonsumsi hal yang 'perfectly baked'. Jadi ketika dalam interaksi dengan orang ada hal yang awkward, boring, atau missing langsung berasa sebagai sebuah kesalahan. Padahal andaikata interaksi tidak berlangsung atau berakhir 100% mulus pun tidak perlu dijadikan sesuatu yang mengganjal. Generasi baby boomers enteng saja bertamu atau menerima tamu tanpa berkabar, sementara anak muda ingin tampil sempurna di depan counterparts-nya sehingga kalau mau ketemu harus atas kesepakatan bersama.

Maka orang prefer untuk connect dengan orang yang dia yakin sefrekuensi saja. Grup-grup pertemanan jadi lebih kecil tapi lebih erat. Sebenarnya ini tidak buruk-buruk amat, quality over quantity, bisa jadi model yang sekarang sudah memberikan supporting system yang cukup. Hanya saja ini jadi kurang oke kalau sampai mengebiri kemampuan untuk berkomunikasi dan connect dengan orang baru karena dalam banyak hal masih diperlukan. Lalu people blame this on 'introvert'.

Tentu ada faktor luar juga seperti safety. Dulu saat telepon masih mahal dan bersih orang biasanya punya alasan valid untuk menelepon. Sekarang scam di mana-mana jadi ketika ada dering telepon masuk tanpa tahu konteksnya survival mode kicks in. Orang tua saya dan segenerasinya mudah saja menelepon atau mengangkat telepon rumah tanpa tahu siapa di ujung yang lain. Sementara generasi kita punya anxiety dengan nada dering.

Kembali ke hadist di atas. Hadist itu terasa menohok karena selain mengalami konteksnya langsung, kita jadi tahu bahwa bahkan dari dulu ternyata Rasulullah sudah mengetahui ini. Beliau sudah tahu bahwa berinteraksi dengan orang membawa konsekuensi potensi tersakiti, tapi jika kita bersabar itu lebih baik daripada yang tidak pernah bergaul karena tidak mau diganggu atau khawatir mengganggu orang lain.

Mengetahui ini terasa answering karena ternyata sudah dari dulu pergaulan punya resiko. Tapi olahraga juga ada resiko kesleo tapi melakukannya tetap lebih baik daripada tidak pernah olahraga. Makan juga punya resiko tersedak tapi tentu lebih baik daripada terus tidak makan. Karena kalau dipikir-pikir olahraga memang ngos-ngosan tapi kesudahannya badan nyaman. Makan kadang kepedesan tapi hasilnya perut kenyang. Bergaul pun lebih banyak yang menyenangkan, bahkan bisa menjadi jalan masuknya solusi dan rejeki.

Chandra


*Peace, Love, and Gaul adalah tagline terkenal acara Planet Remaja yang mengudara di TV di tahun 2000an
**Gambar hanya pemanis, ketika punya keyword 'gaul' entah kenapa bayangan yang muncul di kepala saya adalah Blok M, foto diambil tahun 2023






Eid Mubarak

March 22, 2026 Posted by Chandra Nurohman No comments

Apakah ada perayaan Idul Fitri di Belanda?
Ya, umat muslim tentu merayakannya setelah satu bulan berpuasa. Tapi secara negara idul fitri atau di sini disebut suikerfeest (kalau ditranslasi jadi 'festival gula') bukan hari libur nasional. Orang yang ingin merayakannya bisa menggunakan hak cuti masing-masing. Rata-rata orang Belanda tahu soal ramadhan dan suikerfeest karena diajarkan di sekolah-sekolah jadi mereka mengucapkan selamat, tapi perayaan ini tidak diformalkan secara aturan.

Idul Fitri kapan?
Di sini sepertinya semua komunitas muslim besar merayakan Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026. Indonesia salah satunya, termasuk di dalamnya PCI NU Belanda yang sudah merilis sejak sebelum ramadhan bahwa 1 syawal jatuh pada 20 Maret. Meski begitu setahu saya ada sebagian kecil muslim di Eropa yang berlebaran pada hari Sabtu-nya.

Apakah ada takbir keliling?
Takbiran dilakukan di dalam masjid masing-masing dan tidak ada takbir keliling di jalan-jalan. Tapi masjid di sini biasanya bukan hanya ruangan area salat saja tapi sebuah cultural centrum yang di dalamnya ada ruang kelas, kantin, sampai aula yang bisa dipakai untuk ramai-ramai merayakan takbiran. 

Salat Ied di mana?
Kami alhamdulillah salat di Masjid Indonesia Al-Hikmah di Den Haag. Salat ied di sana dimulai agak siang jam 09:00 jadi lumayan ada waktu untuk menuju ke sana walaupun untuk kami perjalanannya lebih dari 1 jam. Selain untuk merasakan suasana lebaran bersama banyak masyarakat dari Indonesia, kami juga ada rencana untuk datang ke open house KBRI dan sowan ke beberapa sesepuh.


Seperti apa salat Ied di Al-Hikmah?
Ramai sekali oleh orang-orang datang dari berbagai penjuru negeri. Walaupun di setiap kota ada masjid dan hampir di semua kota besar ada salat ied komunitas Indonesia tapi masjid Al-Hikmah tetap jadi epicentrum muslim Indonesia di Belanda. Kami sampai di masjid jam 8:10an dan sudah tidak dapat tempat di dalam. Bagusnya masjid dapat ijin untuk menggelar salat sampai ke halaman bahkan jalan, sebuah pemandangan yang menarik sekaligus asing di sini. Salat di halaman justru menyenangkan karena rasanya seperti salat di lapangan, kabar baiknya cuaca sedang cerah dan suhunya bersahabat.

Salatnya tentu sama, 2 rakaat dengan rakaat pertama 7x takbir dan rakaat kedua 5x takbir. Khotbah-nya dalam 2 bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Belanda. Selesai salat masjid membagikan bakso gratis yang antriannya sampai panjang sekali. Beberapa jamaah juga membawa dan membagikan kue dan makanan kecil pada siapapun yang mau. Sampai menjelang siang orang masih salam-salaman, ngobrol, makan, dan foto-foto. Hangat sekali.



Apakah ada budaya saling mengunjungi saat lebaran?
Walaupun tidak semasif di Indonesia tapi budaya ujung tetap ada. Biasanya keluarga-keluarga yang open house akan mengabarkan untuk datang. Agendanya standar: salam-salaman, ngobrol, makan, dan foto. Yang menarik karena kadang tamunya berbarengan dari sirkel yang berbeda, di satu ruang tamu bisa ada 3 bahasa sekaligus Indonesia, Belanda, dan Inggris. Kami sebagai new kids on the block alias termasuk generasi mukimin muda jadi yang keliling sowan dari satu rumah ke rumah lain seperti di Indonesia.


Suguhannya apa?
Somehow kue-kue lebaran seperti nastar, putri salju, lidah kucing, kastengel dan lain sebagainya sampai juga di meja-meja rumah Belanda. Ada yang bikin sendiri, ada yang memang jualan, dan ada yang bawa dari Indonesia. Selain itu ada coklat-coklatan yang memang mudah di dapat di sini. Favorit saya Ferrero Rocher alias Roka dalam kemasan premium..

Untuk sajian makannya, wah masyaAllah sekali. Rata-rata yang open house adalah keluarga yang sudah benar-benar mukim dan settle di sini jadi masak-masak besar bukan lagi hal yang rumit, termasuk sourcing bahan baku halal dan bumbu-bumbu spesifik untuk masak masakan nusantara. Jadi opor ada, rendang ada, bakso tetelan ada, gule tunjang ada, sampai seblak pun ada. Alhamdulillah wa syukurillah.




Rasa lebaran tahun ini?
Tentu lebaran tidak sama ketika berjauhan ribuan kilometer dari keluarga inti. Tapi kami berusaha the best we can do untuk tetap merayakan 'bersama' walaupun hanya via layar handphone. Sisanya kami mensyukuri apa yang ada di sini, termasuk teman-teman dan saudara baru yang membersamai dan pelajaran-pelajaran yang ada di dalamnya.

Kalau dibandingkan tahun lalu, Idul Fitri tahun ini terasa lebih 'lebaran'. Hari jumat, sabtu, sampai minggu alhamdulillah ada agenda yang dilakukan layaknya lebaran di tanah air. Sekarang minggu sore, kami baru pulang dan saya baru sempat menyelesaikan tulisan ini. Sekarang saya juga sudah sampai bosan makan santan.

Selamat hari raya Idul Fitri, minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Eid mubarak!

Chandra & keluarga

Menyoal Musik di Masjid

March 15, 2026 Posted by Chandra Nurohman No comments

Penampilan band Perunggu di Masjid Jogokariyan menjadi polemik karena dianggap menyatukan musik dan masjid. Orang mempertanyakan kepantasan dan kesesuaiannya dengan syariat. Sebagian menganggap ini bagian dari dakwah kekinian untuk menarik lebih banyak orang ke masjid, tapi sebagian yang lain menganggap penggunaan musik di area masjid berlebihan bahkan haram.

Disclamer dulu, sebagai orang yang lahir dan besar di Jogja saya lumayan akrab dengan Masjid Jogokariyan. Kurang lebih saya mengerti denah masjidnya minimal untuk area yang bisa diakses publik, jadi saya tahu exactly di mana penampilan Perunggu itu digelar. Saya sudah beberapa kali menulis di blog ini tentang Masjid Jogokariyan, mungkin ini masjid yang paling sering saya mention di sini. Sebagai konsekuensinya, kedekatan itu juga memungkinkan adanya bias dalam saya berpendapat. After all, tulisan ini murni pendapat saya pribadi yang sangat mungkin salah.

Lalu disclaimer selanjutnya adalah saya pendengar musik juga, saya termasuk yang menganggap musik itu boleh asal tidak berlebihan dan tidak bercampur dengan maksiat. Karena kalau berpendapat bahwa musik itu total haram maka kita tidak perlu lagi membicarakan di mana musik itu dimainkan. 

So, menurut keyakinan saya..

Tempat band Perunggu main musik kemarin kalau saya bilang ada di area abu-abu memang. Selasar yang dipakai bukanlah serambi yang rutin dipakai untuk salat, melainkan lebih seperti area serbaguna. Tentu dalam situasi tertentu ketika jamaah banyak seperti salat ied tempat itu bisa dipakai untuk salat, tapi sehari-hari itu bukan area suci. Jika area itu dipakai acara diskusi, rapat, talkshow, ceramah, atau makan-makan saya yakin tidak akan ada yang mempermasalahkannya. Pada Ramadhan kali ini banyak juga acara digelar di sana walaupun saya cuma nonton dari YouTube.

Di sisi lain, area ini secara fisik masih 'satu atap' dengan masjid sehingga kalau dibilang bagian dari masjid ya nggak salah juga. Sebenarnya Perunggu ini bukan satu-satunya musik yang pernah ada di sana, beberapa diskusi diiringi musik sudah pernah ada termasuk di Ramadhan tahun ini ketika ada collab antara Ustadz Jojo Ali Yusuf dan Orkes Pensil Alis. Tapi untuk Perunggu selain formatnya band-band-an, fans-nya juga terlalu banyak sampai menempati area serambi salat. Menurut saya di sini lah acaranya cross the line


Ketika melihat line-up Ramadhan Masjid Jogokariyan jujur tampak seru, upaya menyolatkan orang hidupnya kelihatan sekali. Tapi tadinya saya pikir Perunggu ini akan dibuatkan panggung di jalan atau di parkiran mobil/bis. In that case, it's fine. Saya tidak menyangka konsernya akan dilakukan di selasar. Mau itu hanya akustikan atau yang dibawakan adalah lagu religi menurut saya tetap kurang pas. Alasannya sama dengan kenapa lagu-lagu Maher Zain dan Opick bagus diputar di acara syawalan tapi tetap tidak pantas diputar di masjid.

Cak Nun pernah bilang bahwa kalau bawa Kiai Kanjeng beliau maksimal banget di halaman, tidak pernah mau di serambi masjid apalagi ruang utama. Sebelum bicara syariat, menurutnya secara estetika saja sudah tidak cocok. Sebagai salah satu sesepuh yang menggunakan musik sebagai media dakwah tentu pendapat beliau pantas dipertimbangkan. Saya cukup yakin panitia Ramadhan Masjid Jogokariyan akan belajar dari kejadian ini dan lebih bijak dalam menyelenggarakan acara.

Masjid Jogokariyan bukan masjid baru, sepak terjangnya dalam dunia dakwah di Indonesia sudah panjang sekali. Ini adalah masjid yang sudah mature, bahwa ada kesalahan terjadi ya siapa sih manusia yang tidak pernah salah selain Nabi? Kejadian ini akan viral selama beberapa hari, Jogokariyan akan 'diserang', tapi menurut saya itu tidak cukup untuk menutup legacy yang sudah dibangun puluhan tahun. Dengan ijin Allah orang akan tetap datang ke Jogokariyan.

Patut disayangkan kejadian ini memicu perdebatan antar sesama muslim di bulan suci Ramadhan. At some point diskursusnya sampai sindir-sindiran antar golongan seolah-olah perbedaan kalender saja belum cukup. Tak bisakah meyakini kebenaran yang dipegang tanpa menganggap orang lain pasti salah? 

Tapi di sisi lain streisand effect-nya justru kejadian ini mungkin membuat Masjid Jogokariyan dan Perunggu lebih terkenal. Kini masyarakat umum jadi terpapar lagu 33x yang kalau diresapi liriknya sebenarnya dalam:

Risalah terikatnya
Batin dan raga yang mengunci
Diatas Sang Maha Daya
Semua kendali terambil alih

Jikalau kau keluhkan
Dengung sumbang yang mengganggu
Buka lagi visimu
Kau tahu mana urutan satu

Saya berharap kesalahan serupa tidak terulang karena satu kali khilaf dua kali berarti ada yang salah. Pandangan saya juga akan berbeda kalau ini sampai terjadi lagi. Masjid tidak didesain untuk musik dan saya sangat yakin Masjid Jogokariyan sudah cukup menarik tanpa musik.

Terakhir, untuk antum yang belum pernah ke Masjid Jogokariyan, silakan coba datang ke sana pada bulan Ramadhan dari sore sebelum berbuka sampai malam setelah tarawih dan rasakan suasananya, lebih bagus lagi kalau sekalian sampai sahur dan jamaah subuh :)

Allah yang Maha Mengetahui.


Chandra
foto-foto (3 dan 4): @rangga_ip

F1 2026

March 08, 2026 Posted by Chandra Nurohman No comments
Formula 1 dikocok lagi musim ini. Katanya tahun ini adalah perubahan regulasi paling ekstrem yang pernah terjadi dan jujur di atas kertas tampak menjanjikan. Saya jadi tertarik nonton lagi dan kebetulan race pertama di Australia hari ini bertepatan dengan waktu sahur di sini.

Perubahan pertama adalah mesin baru yang lebih electrish, katanya biar teknologinya mengikuti tren mobil jalan raya. Walaupun masih hybrid tapi porsi tenaga yang dihasilkan dari motor listrik kini diperbesar. Peran komponen baterai sekarang juga jadi lebih signifikan, termasuk kapan harus dicas dan kapan harus dipakai. 


Untuk memperingan kerja baterai sekarang juga diperkenalkan active aero di mana sayap depan dan belakang bisa di-adjust untuk mengurangi drag. Konsep teknisnya mirip dengan Drag Reduction System (DRS) tapi active aero yang sekarang bisa dipakai kapan saja tanpa syarat jarak kurang dari 1 detik dengan mobil depan. Ini karena active aero bukan overtaking aid lagi melainkan untuk masuk ke straight mode.

Sementara itu bantuan untuk overtaking sekarang dilakukan dalam bentuk lain yaitu melalui manajemen discharge daya baterai. Chasing car bisa menggunakan lebih banyak megajoules untuk mengejar mobil depan yang jaraknya kurang dari 1 detik. Aksi ini kemudian disebut overtake mode. Bisa dibilang sekarang peran power unit (PU) dalam menentukan hasil balapan cukup besar. Sial untuk Aston Martin yang pivot ke mesin Honda yang ternyata belum siap untuk musim dan regulasi baru.

Sejak sebelum balapan pertama di Australia ini Aston Martin sudah pesimis duluan bahwa mereka bisa membalap sampai selesai. Belum ngomongin finish keberapa lho ini, bisa finish saja belum yakin. Kabarnya mesin Honda masih underpowered, mobilnya bergetar kencang, dan sparepart-nya nggak cukup. 


Itu baru satu ke-chaos-an yang terjadi di Albert Park. Melangkah ke balapan Verstappen crash di awal kualifikasi sehingga harus gugur di Q1, Piastri crash saat warm up 40 menit sebelum start padahal ini home grand prix-nya, serta Russel dan Leclerc balapan sengit dari start sampai lap 10 sebelum akhirnya Ferrari messed up their strategy saat VSC.

Di sisi lain ada perubahan juga dari sisi kompetitor di mana tahun ini jumlah pembalap naik dari 20 menjadi 22 dan ada dua tim pendatang baru yaitu Audi dan Cadillac. Sayangnya Porsche tidak jadi masuk grid. Selain itu ada circuit baru juga tahun ini yaitu Madrid Street Circuit di Spanyol. 


Australian Grand Prix ditutup dengan Mercedes 1-2 dan Ferrari 3-4. Verstappen sukses naik dari start posisi 20 jadi finish posisi 6. Sementara ini bad day in the office untuk McLaren. Banyak ketidakpastian di race ini karena regulasi yang baru. Tapi kenyataan menunjukkan sistem yang sekarang bisa menghadirkan race yang eventful dan menarik.

Sign me up for F1 2026.

Chandra


The Smartest Bear: Bicara Aturan LPDP

February 28, 2026 Posted by Chandra Nurohman No comments
When a Yosemite National Park ranger was asked why it was so tough to design a bear-proof garbage bin, he responded, "There is considerable overlap between the intelligence of the smartest bears and the dumbest human".

Sulit untuk memverifikasi apakah kalimat tersebut benar terucap karena tidak ada nama, tidak ada waktu, dan tidak ada rekamannya. Tapi jawaban tersebut served a good sense. Pengelola taman nasional ingin membuat tempat sampah yang cukup mudah dibuka orang agar tidak buang sampah sembarangan, tapi cukup sulit untuk diterobos beruang agar sampah tidak berceceran. Tapi itu nggak mudah, karena kalau dibuat terlalu rumit agar beruang kesulitan ternyata ada turis yang kesulitan juga. Tapi kalau dibuat terlalu mudah agar semua orang bisa buang sampah, beruang juga jadi bisa masuk. Menurut saya itu mirip dengan dilema aturan LPDP soal kembali pengabdian ke Indonesia.

Sulit men-tuning aturan beasiswa ini secara pas. Kalau tidak ada kewajiban untuk pulang takutnya ini dimanfaatkan oleh oknum awardee yang cari beasiswa untuk kabur dari Indonesia dan berencana menetap dari sejak sebelum berangkat. Tapi di sisi lain adanya kewajiban pulang ini membuat para genius yang sebenarnya bisa berkontribusi besar dari luar harus kembali ke Indonesia yang di mana belum tentu ada tempat buat mereka. Di antara ribuan awardee, kedua tipe itu co-exist.

Maka ketentuan harus mengabdi 2n+1 dengan n adalah lama masa studi, kemungkinan untuk extend stay di luar dengan syarat tertentu, atau kewajiban pengembalian dana dengan alasan-alasannya, adalah sebagian upaya untuk mencari aturan yang paling mendekati optimal. Mungkin memang nggak ada silver bullet yang bisa menyelesaikan semua permasalahan. Tetep akan ada yang mencari cara untuk berlama-lama di luar, dan tetep akan ada berlian yang terpaksa pulang. Pertanyaannya, how much is acceptable?

Mungkin most of the time orang sudah nrimo soal ini. Ketika ada orang pinter yang harus pulang dan terhambat mengaplikasikan ilmunya, orang menganggap minimal sudah berkesempatan sekolah di luar dan toh nanti setelah masa pengabdian selesai bisa bebas mencari jalan. Atau kalau ada katakan 20 dari 2000 awardee tidak pulang mungkin orang hanya akan bilang "yah itu urusanmu, hatimu, dan Tuhanmu" karena mau menuntut juga nggak tahu caranya, mungkin cuma bisa mention LPDP atau Kemenkeu. Makanya ribut-ribut LPDP ini kambuhan nunggu ada sesuatu yang viral. 

Kini sedang ada kasus di UK yang menyangkut ex-awardee LPDP, saya pikir hampir semua orang tahu ini. Seberapa salah DS dan keluarganya? Bagaimana sebenarnya status mereka terkait beasiswa? Apa alasannya dia membuat konten yang viral itu? Apakah tekanan netizen yang dialamatkan pada DS sudah proporsional dengan blunder yang dia lakukan? Banyak yang bisa dibincangkan disini. Diskursus yang ditimbulkan oleh kasus ini sudah sangat luas sampai nyenggol kontribusi public figure yang juga awardee, pertanyaan apakah orang (sangat) kaya etis untuk apply beasiswa, pendapat bahwa sebaiknya beasiswa luar negeri berbentuk loan saja, sampai perbandingan spending LPDP dengan MBG. 

Orang bisa berpandangan apa saja dan mengajukan berbagai macam solusi untuk ini. Tapi menurut saya selama masih ada overlap akan sulit untuk membuat aturan yang optimal. Mungkin solusinya di karakter, bagaimana menciptakan generasi yang enggan mengambil yang bukan haknya, dalam hal apapun. Sehingga tidak ada lagi oknum calon awardee yang oportunis memanfaatkan beasiswa negara untuk migrasi. Kita tahu bahwa topik luar negeri apalagi dalam konteks pakai pajak rakyat adalah makanan empuk untuk kecemburuan sosial yang dibumbui kebijakan-kebijakan jelek pemerintah, pemborosan APBN, korupsi, police brutality, dan lain sebagainya.

Keramaian seperti ini tidak bisa dihindari ketika ada konten menyinggung dalam suasana yang sedang panas. In the end balik lagi ke aturan yang berlaku dan ditandatangani. Beasiswa niatnya baik dan tidak ada yang memaksa awardee untuk sign up, mereka melakukannya secara sukarela. Solusi jangka pendeknya adalah terus mengalibrasi aturan yang ada sehingga bisa memaksimalkan ROI. Solusi jangka panjangnya ya perbaikan karakter baik untuk pencari beasiswa maupun masyarakat (netizen) pada umumnya.

Salam,
Chandra














Not Even Water

February 22, 2026 Posted by Chandra Nurohman , No comments
"Not even water?"
"Yeah not even water"
3-days-in di Ramadhan tahun ini dan pertanyaan itu sudah muncul. 

Saya bersyukur berada di lingkungan yang memungkingkan untuk terus terang bahwa saya berpuasa meskipun di situ saya satu-satunya. Sebagian orang familiar dengan ramadhan karena pernah tinggal di negara atau tempat mayoritas muslim. Sebagian yang lain pernah peripherally mendengar soal ramadhan tapi belum pernah ketemu langsung dengan orang yang menjalankannya. Respon orang-orang seperti ini justru lucu karena mereka belum tahu bagaimana harus bersikap pada orang yang berpuasa.

Pertanyaan not even water itu salah satunya. Bagi mereka barangkali tidak makan dari pagi sampai malam masih masuk akal, satu dua kali mungkin mereka pernah mengalami dalam hidupnya. Tapi tidak minum bahkan segelas air putih pun bagi mereka adalah sesuatu yang luar biasa. Mereka jadi concern sekali dengan kondisi orang yang berpuasa, sering ada yang bertanya "how are you doing?", "what is your energy level?", dan lain sebagainya.

Orang juga jadi sangat apologetic ketika tahu di sekitarnya ada orang yang sedang berpuasa. Mereka berusaha untuk tidak kelihatan makan dan minum. Padahal ya nggak perlu-perlu banget, kita kan sudah dewasa bukan anak kecil yang gampang kepengen. Tapi good thing bahwa orang sini tingkat considerate-nya lumayan tinggi hingga bentuk ekspresinya sampai seperti itu. Dalam satu forum yang saya ikuti sebelum dimulai presenternya tanya "anyone doing ramadhan today?". Satu orang puasa, semuanya tidak ambil minum, padahal biasanya selalu ada kopi menemani.

Saya sangat happy ketika ada yang tanya soal puasa karena saya jadi bisa menjelaskan kebutuhan dan ekspektasi saya atas mereka. Saya bisa jelaskan bahwa mereka tidak perlu mengajak makan siang seperti biasanya. Mereka juga tidak perlu terlalu concern dengan kondisi saya karena saya tahu batasnya. Dari jauh-jauh hari saya juga sudah bilang bahwa jika suikerfeest atau idul fitri jatuh di hari kerja saya akan ambil cuti. Selain itu di diskusi seperti ini saya bisa menyisipkan Indonesia 101 atau Islam 101 yang tentu saja menyenangkan untuk disampaikan.


Kadang dengan setengah becanda ada yang bilang, "nggakpapa minum aja, jendelanya ketutup nggak ada yang lihat". Tentu mereka nggak serius menyuruh mbatal. Tapi kalau dipikir-pikir tuntunan dalam Islam itu memang pure, either kamu menjalankan atau tidak. Jadi nggak perlu cheating juga karena nggak ada yang ngawasi. Dos and Don'ts dalam Islam clear dan diyakini di hati masing-masing pemeluknya. Nothing artificial.

Saya ingin membalas pengertian orang-orang di sekitar dengan berusaha untuk tidak merepotkan dan membuat excuse terkait puasa. Agak disayangkan kemarin di tarawih awal-awal saking banyaknya jamaah dan suhu yang masih dingin parkiran dan jalanan di sekitar masjid-masjid penuh dan macet. Saya khawatir disrupsi seperti ini mengganggu warga kanan kiri yang tidak berpuasa dan mencoreng citra komunitas muslim pada umumnya. Menjalankan ibadah sambil tetap asik dan cool bagi sekitar adalah sesuatu yang perlu diusahakan.

Selamat Ramadhan, selamat menjalankan ibadah di bulan yang mulia ini. Semoga Allah SWT memberikan kesempatan untuk kita memaksimalkan Ramadhan ini dan kita tidak malas untuk menjalankannya. Aamiin.



Chandra

Goofy

February 15, 2026 Posted by Chandra Nurohman No comments
Watching new sports is wild, because wym his stance is Goofy?? 



Saya pernah nulis tentang TVRI Sports, di mana berkat channel itu saya bisa tahu berbagai cabang olahraga yang belum pernah dilihat atau belum familiar sebelumnya. Sekarang saya nemu hal yang sama di Ziggo Sport: professional darts, snooker, speed skating, biathlon, balap kuda, tenis, liga hoki Swedia, dan yang terbaru mereka menayangkan Winter Olympics dengan segala cabornya. Watching football is fun, tapi nonton olahraga yang nggak tahu satupun atletnya dan nggak tahu seperti apa aturannya juga seru.


Pertama yang saya lakukan ketika menemukan cabang olahraga baru adalah coba memahami bagaimana cara main dan penilaiannya. Speed skating terlihat seperti cepet-cepetan saja, tapi kalau dilihat meta-nya ada cara main di mana atletnya bertukar lane setiap putaran dan pakai handband warna tertentu untuk penanda mana yang start dari lajur dalam dan lajur luar. 

Professional darts seperti hanya melempar ke arah papan untuk cari skor tertinggi, tapi kalau dilihat lebih cermat mereka mengincar kolom tertentu lebih sering dari yang lain, misalnya triple 20 untuk mengejar one hundred and eighty. Tapi di saat yang lain mereka nyari triple 19 supaya menghilangkan sisa ganjil, lalu di akhir mereka berusaha menyisakan kelipatan 2 (8, 16, 32, 64, dst) supaya lebih mudah closing-nya. 

Setelah tahu cara mainnya, saya mulai bisa membedakan mana yang jago dan mana yang jago banget. Sampai akhirnya tahu beberapa nama seperti Luke Littler, Luke Humphries, dan Van Gerwen di darts; Fedor Gorst, Johan Chua, dan Alcaide di nineball; serta jadi ngerti kalau Alcaraz, Sinner, dan Sabalenka memang sejago itu di tennis. Atlet-atlet langganan juara ini asik ditonton sebagai neutral karena kadang-kadang mereka bisa perform sesuatu yang nggak terpikir sebelumnya, seperti nonton prime Messi membawa bola melewati 5 pemain lawan.


Sampai level ini mulai terasa ada olahraga yang bisa saya nikmati dan yang tidak. Kalau saya minat akan saya dalami lebih jauh lagi seperti bagaimana sejarahnya olahraga ini, saya cari highlight-highlight-nya di youtube, dan saya eksplor trivia-trivia yang ada misalnya bagaimana dalam hill jump dulu atlet lompat dengan posisi ski sejajar namun setelah diriset ternyata posisi V memungkinkan terbang lebih jauh dan lama, kemudian dalam lompat tinggi seorang atlet mengubah cara lompat once and for all dari konvensional ke cara punggung, dan tentu saja saya cari tahu soal stance goofy tadi.

Jadi ternyata dalam cabang olahraga halfpipe dulu awalnya pemain melompat dengan posisi kaki kiri di depan. Lalu muncullah tokoh kartun Goofy yang kalau berselancar kaki kanannya di depan. Ketika akhirnya ada atlet profesional yang menirunya kemudian gaya itu disebut gaya Goofy. Ya, dari kartun ke panggung olimpiade.

Salam olahraga,
Chandra

Belajar Hukum

February 08, 2026 Posted by Chandra Nurohman , No comments
Hari Sabtu (7/2) kemarin Ikatan Alumni ITB di Belanda (IAITB NL) mengadakan sebuah seminar berjudul Technology x Law. Ide diadakannya acara ini adalah karena akhir-akhir ini ada beberapa kasus hukum yang menjerat kalangan teknokrat. Acara ini mencoba memberikan wawasan hukum dasar bagi para anggota dan membahas beberapa kasus yang sudah terjadi atau sedang berjalan. Ali Abdillah, dosen UI sekaligus lawyer yang saat ini sedang menempuh S3 di Universitas Utrecht diminta untuk jadi pembicara. Acara diadakan di meeting hall Stichting Generasi Baru (SGB) di Utrecht.

                         foto oleh IAITB NL

Menurut seminar ini, hal yang membuat teknokrat rawan kena masalah hukum adalah:
1. Terlalu fokus pada aspek teknologi tanpa mau memahami hukum dan prosedur. Due diligence jadi kurang karena pengetahuan hukum yang terbatas.
2. Ingin memindahkan budaya privat/korporat yang cepat dan satset ke sektor publik yang birokratis dan prosedural. Menurut Ali namanya birokrasi publik itu dibuat supaya ribet karena ada uang masyarakat yang dikelola di sana.

Ada dua kasus yang jadi case study di seminar ini, dua-duanya oleh alumni ITB. Kasus pertama adalah Dasep Ahmadi, beliau divonis 7 tahun penjara dalam kasus kendaraan listrik. Kasus ini sempat ramai dan ada keberpihakan publik di Pak Dasep waktu itu karena dianggap negara menangkap periset. Riset kan nggak harus berhasil, gimana negara bisa maju kalau ilmuwan ditangkap karena risetnya tidak sesuai ekspektasi, dan lain sebagainya.

Ali yang sudah membaca ratusan halaman putusan Dasep Ahmadi dari tingkat PN, Banding, Kasasi, sampai PK mengatakan bahwa fakta hukumnya tidak demikian. Fakta atau berita yang bereder di masyarakat dan fakta hukum di persidangan adalah dua hal yang berbeda. Ini yang sering gagal dipahami orang plus diperparah dengan media yang membuat judul click bait.

Fakta persidangannya adalah bahwa perjanjian antara perusahaan Pak Dasep dengan negara/BUMN saat itu adalah pengadaan biasa bukan riset. Dengan uang yang diberikan Pak Dasep berkomitmen untuk mendeliver 16 kendaraan listrik yang akan digunakan untuk mengangkut delegasi APEC. Pada akhirnya hanya 3 kendaraan yang jadi, itupun tidak memenuhi standar kelayakan dan tidak bisa dioperasikan sebagai kendaraan umum. Kerugian negara milyaran rupiah menurut BPKP terjadi karena negara sudah membayar 85-95% pada PT yang dimiliki Pak Dasep.

Hukum tidak peduli jika yang terjadi di bengkel adalah riset, trial and error, dan semacamnya. Hukum tahunya PT berkomitmen memberikan 16 kendaraan yang ternyata tidak bisa dipenuhi. Kalau memang tujuannya riset, perjanjian dan deliverables-nya berbeda. Bendera yang dipakai untuk riset juga mestinya lembaga riset bukan PT yang berbisnis dengan orientasi profit. 

Kasus kedua yang dibahas adalah Karen Agustiawan, Dirut Pertamina yang terjerat kasus investasi pada blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia pada 2009. Investasi Pertamina di BMG saat itu boncos karena hasil eksplorasi yang diperoleh jauh di bawah harapan. Akhirnya Pertamina cutloss dengan melakukan divestasi tapi kerugian sudah terjadi karena valuasi yang turun. Bu Karen dianggap menyalahgunakan wewenang dan sudah sempat divonis bersalah di tingkat PN dan dikuatkan di tingkat Banding karena dianggap merugikan keuangan negara lebih dari 200 milyar. 

Ali bilang bahwa ada dua aliran dalam menilai apakah uang BUMN itu uang negara. Menurut UI, uang BUMN bukan uang negara walaupun itu penyertaan modal negara, alasannya ketika sudah masuk pembukuan BUMN ada pertimbangan bisnis di sana yang kadang butuh fleksibilitas dalam penggunaan dana. Sementara menurut UGM, uang BUMN adalah uang negara, paham ini yang saat ini dianut dalam penulisan hukum sehingga kerugian Pertamina = kerugian uang negara.

Tapi Karen menang di tingkat Kasasi dan divonis bebas. Dalam putusannya ada beberapa hal yang meringankan: (Ali meringkas dari putusan, saya rephrase lagi)
1. Investasi di BMG adalah keputusan bisnis yang gagal bukan tindak pidana.
2. Sudah jadi rahasia umum bahwa bisnis migas adalah bisnis resiko tinggi, no risk no business.
3. Karen tidak menerima aliran dana.
4. Dewan Komisaris sudah meng-approve keputusan bisnis itu namun sehari setelah penandatanganan kesepakatan DK menarik aprovalnya alias mendua.

Ada beberapa kasus lain yang dimention tapi tidak dibahas jauh karena persidangan masih berjalan seperti Ibrahim Arief dan Nadiem. Tapi Ali memberikan contoh bahwa keputusan Nadiem untuk membuat shadow team di kementeriannya adalah contoh budaya korporat yang dibawa ke sektor publik secara tidak ideal. Ya mungkin itu akan mempercepat beberapa proses, tapi itu bukan cara birokrasi bekerja. Meski begitu karena persidangan masih berjalan segala kemungkinan masih bisa terjadi.

Chandra.





Castle

February 02, 2026 Posted by Chandra Nurohman No comments
Series Castle mengisahkan soal seorang penulis novel misteri Richard Castle yang menjadi konsultan untuk detektif NYPD Kate Beckett. Pertemuan keduanya dimulai ketika Detektif Beckett menyelidiki sebuah kasus pembunuhan dengan modus operandi yang sangat mirip dengan salah satu cerita dalam novel Castle. Berawal dari diminta keterangan soal siapa yang mungkin melakukan copy-cat dari novelnya, Castle kemudian menjadi konsultan yang ikut menangani kasus-kasus Becket. Selanjutnya you can guess, they're falling for each other.


Sebagai homicide detective di NYPD, kasus yang mereka tangani adalah kasus-kasus pembunuhan. Hebatnya, series Castle mampu menyajikan penyelesaian kasus pembunuhan tanpa membuat show-nya terlalu gore. Ada banyak crime series berbasis forensik yang saya hindari karena tidak tahan melihat terlalu banyak internal part manusia. Castle mampu menghaluskan bagian ini sehingga orang seperti saya bisa menikmati kedelapan season-nya. Ini adalah poin plus utama untuk Castle.

Sebagai penikmat yang nonton bukan hanya untuk pemecahan kasusnya tapi juga mencari tawa, karakter Castle yang dibawakan oleh Nathan Fillion patut diacungi jempol. Menurut saya penampilannya di sini lebih baik daripada di The Rookie sebagai John Nolan. Nolan agak terlalu kaku dan terbatas karena personanya sebagai anggota LAPD, sementara sebagai Castle yang orang sipil bisa lebih keluar banyolan dan terobosannya. 


Formula di mana seorang law enforcement berpartner dengan unortodox figure sudah dipakai beberapa series lain dan yang jadi favorit saya adalah White Collar. Di sana ada Peter Burke dan Neal Caffrey, agen FBI dan konsultannya seorang ex-conman yang bersama-sama membongkar banyak kejahatan intelektual. Peter Burke setipe Kate Beckett: driven, cerdas, dan lurus. Sementara Neal Caffrey sejenis Richard Castle: resourceful, keras kepala, out-of-the-box thinker. Dua duo ini sangat mirip, terlalu mirip untuk dibilang kebetulan, mereka memang mengikuti rumus yang sama.

Bahkan secara sengaja Castle menaruh lumayan banyak Easter Egg, pada S08E19 ketika Castle dan Beckett melacak LokSat mereka menemukan bahwa Caleb Brown menggunakan nama alias Peter McCaffrey, wow sangat jelas sekali ya. Selain itu pada season 4 ada beberapa yang lebih subtle, seperti terlibatnya pemeran Matthew Keller dan Sara Ellis, serta penggunaan nama 'Bagwell' dan 'Scofield' (satu ini dari Prison Break). Pemeran Linc Burrows (Prison Break), Rachel Zane (Suits), dan Jessica Pearson (Suits) juga ada di Castle. 

Tapi dalam Castle, Kate Beckett bukan hanya digambarkan sebagai detektif wanita, tapi juga hot cop. Ini membuka kemungkinan dinamika hubungan antara Castle dan Beckett yang tidak dimiliki White Collar. Bumbu romance yang ada di Castle menurut saya adalah nilai tambah yang membuatnya bukan hanya crime-comedy tapi crime-romcom. Walaupun sebab itu pula Castle jadi rated as TV-14 karena adanya intense violence, sexual context, dan mature themes. Rating ini lebih ketat daripada White Collar yang TV-PG. 

Untuk peran pendukung, saya mengapresiasi penampilan Detektif Esposito dan Detektif Ryan. Keduanya punya presence yang cukup banyak dalam cerita, bukan hanya sebagai tembok yang memantulkan dialog. Bahkan ada episode-episode tertentu di mana mereka menjadi centernya. Dinamika antara keduanya juga menarik, satu Latin satu Irish, satu rebel satu lurus, satu menjuluki yang lainnya Castle junior saking mudahnya dipengaruhi oleh ide-ide gila Castle. Dokter Lanie Parish sebagai medical examinator sekaligus wing-lady-nya Beckett juga tampil baik terutama dalam fase manas-manasi Beckett ketika didekati oleh Castle.


Justru yang agak maksa adalah penempatan putri Castle, Alexis, yang digambarkan jadi sumber inspirasi Castle dalam memecahkan kasus. Alexis ini ingin dibuat seperti Mozzie-nya Neal Caffrey, but not quite. Alexis digambarkan seperti anak-anak biasa yang tumbuh dewasa, lalu darimana dia mendapatkan skill investigasi? Tapi tetap patut diapresiasi bagaimana dia eksis dari S1 sampai S8 dan tumbuh dari anak-anak menjadi dewasa. Along the series orang dewasa 'hanya' tampak menua, tapi yang mulai sebagai anak-anak akan sangat terlihat perbedaannya, lihat Sheldon yang lama-lama tidak lagi Young.

Model cerita Castle adalah satu episode satu kasus lalu ada underlying case yang berjalan panjang. Sayangnya umdetlying case ini dalam Castle terasa tipis dan dipanjang-panjangkan. Dari awal sampai akhir kasus yang ingin diungkap hanya satu. Ini terasa kurang untuk memberikan spark-spark ketika penonton mulai bosan dengan kasus-kasus yang muncul di tiap episode-nya. Kualitas per episode-nya tidak kalah dengan White Collar, tapi underlying case yang dihadari Caffrey dan Burke lebih banyak dan menarik, mulai dari perjuangan menemukan Kate Moreau sampai keinginan Caffrey untuk bebas.


Bicara soal Caffrey bebas, 10-15 menit terakhir dari White Collar mungkin adalah finale terbaik yang pernah saya tonton dari semua produk sinema. Kualitasnya sulit ditandingi siapapun termasuk Castle. Ending Castle oke, tapi masih di bawah White Collar. Itu salah satu faktor juga yang membuat Rotten Tomatoes Castle 'hanya' 82/86 compared to 96/93-nya White Collar.

Rating di atas 80 tentu tidaklah buruk, dan memang Castle sangat bisa dinikmati. Selama berbulan-bulan ini adalah go-to show saya. Unsur pemecahan kasusnya kreatif, komedinya lucu, cast-nya bagus, tensinya tidak terlalu tinggi, dan yang paling penting sukses menggambarkan homicide tanpa terlalu banyak darah. Castle sangat bisa ditonton siapapun (asal memenuhi rating umur) dan cocok untuk teman bersantai atau makan siang.


Chandra